Saya Dwindi Ramadhana.
Saya membangun website dan produk, lalu menuliskan apa yang saya pelajari dari prosesnya.
Web saya pelajari sendiri. Sebelumnya saya menempuh pendidikan arsitektur, tapi sudah hampir sepuluh tahun saya tidak bekerja di bidang itu. Yang masih terbawa adalah cara berpikirnya: memulai dari kebutuhan, lalu menjelaskan hal teknis lewat perumpamaan yang akrab bagi orang awam, seperti tanah, rumah, tukang, dan bahan bangunan.
Dari template Blogspot ke plugin WordPress
Saya pertama mengenal web di kelas 3 SMA, lewat Microsoft FrontPage. Sempat ikut kursus web design, tapi tidak selesai. Kuliah arsitektur terlalu menyita waktu. Baru di akhir S1, tahun 2011, saya membuat blog di Blogspot. Alih-alih menulis artikel, saya justru sibuk mengutak-atik template-nya. Karena terus mencoba dan mengulang, tanpa sengaja saya jadi paham HTML dan CSS.
Dua bahasa itu menjadi modal saya masuk ke WordPress sekitar 2016–2017: website dengan struktur yang lebih rumit, ada database, login, dan banyak hal lain. Klien pertama datang di April 2018. Beberapa tahun setelahnya saya banyak bergantung pada plugin, theme, dan page builder, sambil menguji sendiri batas kemampuan masing-masing.
Tahun 2021 saya ingin membuat theme sendiri, tapi akhirnya plugin terasa sebagai pilihan yang lebih tepat. Sejak plugin itu rilis dan dikenal, orang mulai menyebut saya developer. Padahal semuanya otodidak: trial and error, dan membaca banyak thread di Stack Overflow. Seiring produk bertambah, makin banyak juga orang yang mempercayakan custom fungsi atau pembuatan website WordPress kepada saya. Sampai sekarang saya masih menerima pembuatan website dari nol.
Kenapa saya membangun sendiri
Saya punya ide, tapi tidak punya dana atau lingkaran untuk menyewa programmer. Jadi saya membangun wujud ide itu sendiri. WordPress adalah wilayah yang masih bisa saya paksa untuk saya pahami. Produk saya hampir semuanya lahir dengan cara yang sama: masalah yang saya temui di website sendiri ternyata dialami banyak orang lain, dan ketika solusinya terus diminta, ia menjadi produk.
Sejak ada AI, saya mencoba keluarga JavaScript dan stack modern lain satu per satu lewat proyek pribadi. Sekarang saya bisa menilai stack mana yang cocok untuk sebuah masalah, dan mana yang berlebihan. Ini yang saya impikan sejak sekitar satu dekade lalu: bisa membangun apa yang dibutuhkan sebuah masalah, bukan hanya apa yang bisa dibangun dengan alat yang saya kuasai. Cara saya memulai tetap sama: dari ide dan masalahnya dulu, alatnya belakangan.
Kenapa saya menulis
Dari WordPress saja, saya sudah belajar banyak tentang prinsip, alur, dan kesalahan yang mahal. Ternyata sebagian besar prinsip itu berlaku juga di luar WordPress. Tulisan di sini adalah cara saya merapikan pelajaran itu supaya bisa dipakai orang lain.
Sebagian tulisan juga akan hadir sebagai video singkat dan carousel di akun pribadi saya. Isinya sama; tulisannya tetap menjadi sumber utama.
Yang ada di sini
- Tulisan: pelajaran, catatan proses membangun, dan bedah kesalahan.
- Produk: plugin dan add-on WordPress yang saya bangun. Setiap kali produk saya disebut di tulisan, saya akan menyebutkannya dengan jelas.
Menghubungi saya
Untuk pertanyaan produk atau pembuatan website, hubungi saya langsung. Jika Anda sudah memiliki akses produk, silakan menuju member area.
