Cara Mengiklankan Produk Di Marketplace

Cara Mengiklankan Produk Di Marketplace – Artikel ini dipicu dari sebuah diskusi di dalam grup digital marketing dan hasil diskusi privat saya dengan advertiser senior yang pernah kerja di marketplace.

Ketika saya sebut marketplace, itu berarti berlaku umum untuk semua marketplace ternama di Indonesia ya.

Banyak digital marketer yang mengiklankan produknya di marketplace ke Facebook maupun Instagram. Ketika kita klik gambar produknya di iklan, kita akan diarahkan ke website marketplace tersebut. Entah siapa yang memulai, tapi pada akhirnya sekarang banyak yang mengikuti langkah tersebut.

Buat toko di marketplace 👉 Upload produk di marketplace 👉 Iklan di Facebook / Instagram 👉 Mengarahkan target yang klik iklan ke halaman toko atau halaman produk di marketplace

Workflow

Pertanyaannya, apakah cara mengiklankan produk di marketplace ini ideal dan menguntungkan? Itu yang akan saya bahas kali ini.

Kelebihan

Marketplace punya branding yang kuat sehingga trust (kepercayaan) pembeli sudah terbentuk. Bahkan mereka tidak perlu diiklankan, mereka biasanya langsung masuk ke marketplace melalui website maupun aplikasi, kemudian mencari produk di kolom pencarian.

Biasanya pengunjung akan lebih tertarik untuk klik produk yang memiliki foto yang paling bagus dan banyak review dari toko yang sudah memiliki banyak poin dan status tertentu, seperti Star Seller (shopee), Power Merchant (Tokopedia) dan sejenisnya.

Persaingannya ada di sini, dan kemungkinan besar, ini lah yang menjadi alasan mengapa digital marketer mengiklankan produk di marketplace menggunakan iklan yang tayang di luar platform marketplace, yaitu Facebook dan Instagram.

Iklan Facebook dari Vyatta (Facebook)

Baca juga: Ecommerce atau Landing Page?

Sebagai contoh, ini iklan yang masuk ke akun Facebook saya, dari brand Vyatta. Vyatta melakukan hal penawaran yang baik disini. Iklan yang ditayangkan adalah Iklan Katalog Facebook.

Saya memperkirakan, Vyatta membuat beberapa Product Set berdasarkan marketplace. Kemudian, masing-masing product set diiklankan ke interest marketplace yang sama.

Karena saya biasanya belanja di Tokopedia, maka Facebook menghitung saya sebagai audience yang interest dengan Tokopedia.

Maka iklan yang masuk ke akun Facebook saya adalah product set yang ada di Tokopedia. Ketika saya klik salah satu produk yang ada di katalog iklan ini, saya akan diarahkan ke halaman produk di marketplace Tokopedia.

Kemungkinan besar, akun-akun yang biasa belanja di Shopee akan dapat iklan yang diarahkan ke halaman produk di Shopee.

Kekurangan

Digital marketing itu, kata salah seorang senior, adalah cara berjualan dan berbisnis yang lebih terukur. Banyak angka-angka yang bisa dianalisa untuk menjadi bahan pertimbangan perkembangan bisnis.

Beriklan di Facebook dan Instagram kemudian mengarahkan target audience langsung ke marketplace itu memiliki kekurangan yang fatal. Yaitu tidak mendapatkan database.

Bahkan Facebook Pixel tidak merekam aktivitas apapun sehingga akan sulit untuk retarget orang-orang yang sudah minat dengan produk yang kita tawarkan.

Tidak banyak yang bisa saya bahas, karena satu alasan ini saja sudah lebih dari cukup untuk membuat saya pribadi mengurungkan niat untuk beriklan seperti itu.

Alur Marketing Marketplace

Untuk mengerti bagaimana cara mengiklankan penjualan di marketplace, kita harus tahu dulu bagaimana cara marketing sebuah marketplace.

Sejauh ini, saya menyadari marketplace juga beriklan padahal produk-produk di dalamnya bukanlah milik marketplace.

Iklan dari Marketplace

Kenapa mereka beriklan? Karena mereka juga punya target jumlah transaksi harian, mingguan, hingga bulanan. Di setiap transaksi juga mereka bisa mendapatkan profit dari setiap transaksi, seperti potongan 1% dari setiap transaksi Star Seller atau Power Merchant.

Marketing Flow Marketplace (Dwindi, 2020)

Nah saya akan jelaskan satu per satu tahapnya:

  1. Marketplace sudah menjadi tujuan untuk mencari kebutuhan, jadi orang-orang biasanya sudah langsung masuk ke marketplace untuk mencari barang kebutuhannya, lihat-lihat produk, memilih produk, wishlist bahkan sampai masukkan keranjang. Lebih bagus lagi jika dia sampai bertransaksi.
  2. Besar juga kemungkinan orang untuk keluar dari marketplace tanpa bertransaksi, kemudian orang itu bersosial media.
  3. Untuk orang-orang yang tidak sampai bertransaksi, marketplace akan menayangkan iklan di sosial media, terkhusus ke akun orang-orang tersebut, berisi gambar produk yang baru saja dilihat, wishlist maupun produk yang ada di keranjang menggunakan Dynamic Ads, secara otomatis.
  4. Orang yang menjadi target iklan tersebut akna melihat iklan akan ingat bahwa dia baru saja mencari produk tersebut, mungkin akan ingat apa kebutuhan dia sehingga dia mencari produk tersebut.
  5. Akhirnya (harapannya) orang tersebut klik iklan dan kembali ke marketplace untuk segera menyelesaikan pesanan/transaksi.

Flow ini tidak hanya dilakukan marketplace di iklan media sosial saja. Mereka juga akan mengirimkan notifikasi via aplikasi di handphone kita untuk mengingatkan bahwa ada barang di keranjang kita, atau ada transaksi yang belum kita bayar.

Semua hal ini dilakukan oleh marketplace, tanpa kita (merchant) perlu bayar apa-apa. Mereka akan otomatis mengiklankan produk kita. Jadi sebenarnya, kita tidak perlu mengeluarkan budget iklan untuk mengiklankan produk kita di marketplace.

Jika kita mengiklankan produk di marketplace dengan budget kita sendiri, sebenarnya kita sudah mengalami kerugian. Marketplace yang untung, ada transaksi yang masuk tanpa memotong budget iklan dari marketplace.

Cara Mengoptimalkan Penjualan di Marketplace

Secara umum, ini akan menjadi pembahasan yang panjang. Namun, berhubung saya bahas tentang iklan, jadi pembahasannya hanya sebatas itu.

Untuk memenangkan persaingan yang saya sebutkan di awal artikel, marketplace sudah menyediakan iklan di dalam platform mereka. Gunakan lah iklan tersebut. Iklan yang saya maksud adalah seperti Top Ads dari Tokopedia.

Tujuan iklan tersebut adalah agar produk kita ditampilkan tanpa harus optimasi foto produk, banyak review dan lain-lain. Produk kita akan tampil di awal urutan, disesuaikan dengan kategori pencarian yang dicari oleh pengunjung.

Kita bisa dapatkan traffic sebanyak-banyaknya di halaman produk kita. Budget iklan di marketplace juga terhitung murah. Jauh lebih murah daripada kita beriklan di Facebook, karena tugas kita hanya itu saja, bawa orang yang relevan untuk lihat produk kita. Sudah.

Urusan retargeting, biar marketplace yang urus.

Share:

Artikel Lainnya

Sejoli Shortcodes

Plugin Wordpress Serba Guna Untuk Kreasikan Membership Sejoli Anda. SEPUASNYA!

Belajar Hal Baru:

Profitable Sales Page

Sales Page yang tidak mendatangkan Sales memang akhirnya membuat putus asa. Ada teknik dan trik sendiri untuk mengoptimalkan sales page yang akan kita iklankan. Semua dibahas di dalam ecourse ini, mulai dari pengetahuan dasar, mendapatkan website dan domain, mendesain, strategi marketing hingga optimasinya.

Cek Ecourse »

Melek Funnel Digital Marketing

Pada dasarnya, funnel bukan hanya untuk marketing, baik offline maupun online. Funnel juga ada di segala lini kehidupan kita. Funnel adalah hal yang tanpa kita pikirkan pun tetap akan eksis atau ada. Jika kita mengerti cara kerjanya dan merekayasa alur funnel tersebut, kita bisa mengoptimalkan penjualan dari digital marketing, terutama dari iklan berbayar seperti Facebook Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan Ads lainnya.

Cek Ecourse »

Instant Viral Ads

TikTok Ads adalah platform baru untuk iklan berbayar. Menariknya, TikTok Ads memiliki lautan audience yang unik dan masih sangat FRESH. TikTok Ads sangat bisa menjadi alternatif beriklan maupun menambah channel marketing Anda. Apalagi, advertiser yang beriklan di TikTok masih terhitung sedikit dibandingkan platform lainnya. Ini kesempatan Anda!

Cek Ecourse »

Dasar Membuat Website Bisnis

Belum menggunakan website dalam berbisnis online, atau menumpang di platform website siap pakai tentu saja punya batasan sendiri. Padahal jika kita menguasai sedikit saja tentang server dan pembuatan website, kita dapat menghemat dana hingga jutaan.

Cek Ecourse »